proses pencernaan lemak dan protein di usus halus?
Biologi
miaarnisa30
Pertanyaan
proses pencernaan lemak dan protein di usus halus?
2 Jawaban
-
1. Jawaban ahmadfitr
Sehabis kita makan, makanan tidak akan tertampung dalam perut dan langsung diserap nutrisinya kemudian dibuang (seperti yang ‘diajarkan’ di berbagai film kartun). Makanan yang masuk ke dalam mulut akan diproses dulu supaya lebih mudah dicerna (diserap nutrisinya) dengan menggunakan berbagai macam enzim. Selain itu, makanan juga akan lebih dihaluskan di dalam lambung. Proses pencernaan pada manusia melalui berbagai tahapan yang cukup panjang dan membutuhkan waktu sekitar 24 jam.
Pertama-tama, pencernaan dilakukan oleh mulut. Disini dilakukan pencernaan mekanik yaitu proses mengunyah makanan menggunakan gigi dan pencernaan kimiawi menggunakan enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 – 7 dan suhu 37oC. Supaya proses pencernaan berlangsung dengan lancar, sebaiknya kita mengunyah makanan sebanyak 32 kali kunyahan. Selain supaya makanan lebih mudah dihancurkan di lambung, kunyahan sebanyak 32 kali juga bertujuan supaya semua karbohidrat dalam makanan diubah menjadi maltosa oleh enzim ptialin. Jika tidak semuanya dirubah, maka akan susah dicerna dan akan terbuang sia-sia.
Makanan selanjutnya dibawa menuju lambung dan melewati kerongkongan. Makanan bisa turun ke lambung karena adanya kontraksi otot-otot di kerongkongan. Di lambung, makanan akan melalui proses pencernaan mekanik supaya makanan lebih halus dan pencernaan kimiawi menggunakan zat/enzim sebagai berikut:
Renin, berfungsi mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
Pepsin, berfungsi untuk memecah protein menjadi pepton.
HCl (asam klorida), berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus.
Lipase, berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit.
Setelah makanan diproses di lambung yang membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 jam, makanan akan dibawa menuju usus dua belas jari. Pada usus dua belas jari terdapat enzim-enzim berikut yang berasal dari pankreas:
Amilase. Yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
Lipase. Yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Tripsinogen. Jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.
Selain itu, terdapat juga empedu. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung empedu. Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus dua belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Zat warna empedu berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara merombak sel darah merah yang telah tua di hati. Empedu merupakan hasil ekskresi di dalam hati. Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada feses.
Selanjutnya makanan dibawa menuju usus halus. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol, serta protein dicerna menjadi asam amino tunggal untuk diserap ke dalam darah dengan menggunakan enzim peptidase yang terdapat dalam enterosit atau sel dinding usus halus. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein diselesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino. Vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung diserap oleh usus halus. -
2. Jawaban annisalarasati5
1. Pencernaan Lemak
Pencernaan lemak terjadi di dalam usus halus dengan bantuan enzim lipase. Enzim lipase berfungsiuntuk menghidrolisis atau memecah lemak. Di dalam usus halus, lemak merangsang pengeluaran hormonkolesistokinin. Hormon kolesistokinin mengakibatkan kantong empedu berkontraksi sehingga mengeluarkancairan empedu ke dalam duodenum. Cairan empedu berfungsi untuk mengemulsikan lemak atau memecahlemak menjadi butiran lemak yang berukuran kecil. Selanjutnya, enzim lipase akan menghidrolisis lemakteremulsi menjadi campuran asam lemak dan monogliserida (gliserida tunggal). Asam lemak dan monogliseridaakan diabsorpsi darah melalui sel-sel mukosa pada dinding usus halus. Keduanya diubah kembali menjadilemak (trigliserida) dengan bentuk partikel-partikel kecil (jaringan lemak). Timbunan lemak tersebut akan diangkut menuju hati.
2.Pencernaan Protein
Di dalam lambung, protein masih dalam bentuk proteosa, pepton, dan polipeptida.Setelah memasuki usus halus, protein akan dicerna oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan peptidase. Enzimtripsin dan kimotripsin dapat memecah molekul protein menjadi peptida. Selanjutnya, peptidase/erepsin akanmemecah peptida menjadi asam-asam amino. Asam amino tersebut akan diabsorpsi oleh dinding usushalus dan masuk ke pembuluh darah. Sebagian asam aminolangsung digunakan oleh jaringan dan sebagianlain mengalami proses pelepasan gugus amin di hati.Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh. Apabila di dalam tubuh terjadi kelebihan protein makaprotein tersebut akan dirombak di hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N dan senyawa yangtidak mengandung unsur N. Senyawa yang mengandung unsur N, misal NH3(amonia) dan NH4OH (amoniumhidroksida). Senyawa yang mengandung unsur N akan disintesis menjadi urea. Pembentukan ureaberlangsung di dalam hati karena sel-selnya memproduksi enzim arginase. Urea yang dihasilkan tidakdiperlukan oleh tubuh dan akan dikeluarkan bersama urine. Sementara itu, senyawa yang tidak mengandungunsur N akan mengalami sintesis ulang menjadi bahan baku karbohidrat dan lemak. Dengan demikian,kedua zat tersebut dapat dioksidasi di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.
#semogamembantu:)
#jadikanjawabanygterbaik:)Pertanyaan Lainnya