Siapa para alam itu sehingga dapat menjadi sultan
Sejarah
nudiaanbarika
Pertanyaan
Siapa para alam itu sehingga dapat menjadi sultan
1 Jawaban
-
1. Jawaban mapel19
Sri Sultan
Hamengkubuwana IX
ꦲꦩꦼꦁꦑꦸꦨꦸꦮꦤ ꧙ Wakil Presiden Indonesia ke-2 Masa jabatan
24 Maret 1973 – 23 Maret 1978 Presiden Soeharto Didahului oleh Mohammad Hatta Digantikan oleh Adam Malik Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri Indonesia ke-1 Masa jabatan
25 Juli 1966 – 24 Maret 1973 Presiden Soeharto Didahului oleh Tidak Ada Digantikan oleh Widjojo Nitisastro Ketua Kwartir Nasional ke-1 Masa jabatan
1961–1974 Presiden Soekarno
Soeharto Didahului oleh Tidak ada, jabatan baru Digantikan oleh M. Sarbini Wakil Perdana Menteri Indonesia ke-5 Masa jabatan
6 September 1950 – 27 April 1951 Presiden Soekarno Perdana Menteri Mohammad Natsir Didahului oleh Abdul Hakim Digantikan oleh Suwiryo Menteri Pertahanan Indonesia ke-3 Masa jabatan
15 Juli 1948 – 20 Desember 1949 Presiden Soekarno Perdana Menteri Mohammad Hatta Didahului oleh Mohammad Hatta (a.i.) Digantikan oleh Abdul Halim Masa jabatan
3 April 1952 – 2 Juni 1953 Presiden Soekarno Perdana Menteri Wilopo Didahului oleh Sewaka Digantikan oleh Wilopo Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke-1 Masa jabatan
17 Agustus 1945 – 1 Oktober 1988 Didahului oleh Tidak ada, jabatan baru Digantikan oleh Paku Alam VIII (Pejabat Gubernur) Sultan Yogyakarta ke-9 Masa jabatan
18 Maret 1940 – 1 Oktober 1988 Didahului oleh Hamengkubuwana VIII Digantikan oleh Hamengkubuwana X Menteri Negara Indonesia Masa jabatan
2 Oktober 1946 – 20 Desember 1949 Presiden Soekarno Perdana Menteri Sutan Sjahrir
Amir Sjarifuddin
Mohammad Hatta Informasi pribadi Lahir Gusti Raden Mas Dorodjatune
12 April 1912
Ngasem, Ngayogyakarta Hadiningrat, Hindia Belanda Meninggal 2 Oktober 1988 (umur 76)
Washington, D.C., Amerika Serikat Kebangsaan Indonesia Partai politik Non partai Anak Adipati Anum, dll Agama Islam Tanda tangan Dinas militer Dinas/cabang TNI Angkatan Darat Masa dinas 1945-1953 Pangkat Letnan Jenderal [1] Perang Revolusi Nasional Indonesia Agresi Militer Belanda IISerangan Umum 1 Maret 1949Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil Gusti Raden Mas Dorodjatun atau Sri Sultan Hamengkubuwana IX (bahasa Jawa: Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Hanacaraka: ꦯꦿꦶꦯꦸꦭ꧀ꦡꦟ꧀ꦲꦩꦼꦁꦑꦸꦨꦸꦮꦤ IX), lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat, 12 April 1912 – meninggal di Washington, DC, Amerika Serikat, 2 Oktober 1988 pada umur 76 tahun. Ia adalah salah seorang Sultan yang pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta (1940–1988) dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama setelah kemerdekaan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973–1978. Ia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Sultan Iskandar Muda (Aceh, Banda Aceh, 1593 atau 1590[1] – Banda Aceh, Aceh, 27 September 1636) merupakan sultan yang paling besar dalam masa Kesultanan Aceh, yang berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636.[2] Aceh mencapai kejayaannya pada masa kepemimpinan Iskandar Muda, di mana daerah kekuasaannya yang semakin besar dan reputasi internasional sebagai pusat dari perdagangan dan pembelajaran tentang Islam.[1] Namanya kini diabadikan di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh.